Penyebab, Gejala dan Pengobatan Penyakit Glaukoma

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Penyakit Glaukoma

Penting mengetahui penyebab, gejala dan pengobatan penyakit glaukoma.. Mengingat penyakit mata satu ini dapat menyebabkan kebutaan jika tidak segera ditangani dengan cepat.

Dikutip dari health.liputan5.com, menurut Mayo Clinic, penyakit ini melibatkan kerusakan saraf optik yang disebabkan tekanan tinggi dalam mata.

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Penyakit Glaukoma

Glaukoma disebabkan oleh saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat, sehingga bola mata membesar dan akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata.

Pada akhirnya, saraf mata tidak mendapat aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Selain itu, ada juga sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko Anda terkena glaukoma, di antaranya meliputi:

  • Usia di atas 60 tahun.
  • Memiliki anggota keluarga yang juga menderita glaukoma.
  • Menderita penyakit mata lain, seperti rabun jauh.
  • Menderita penyakit anemia sel sabit, diabetes, penyakit jantung, atau hipertensi.
  • Mengalami defisiensi estrogen di usia dini (pada wanita).
  • Menggunakan obat kortikosteroid, terutama tetes mata pada jangka waktu lama.
  • Pernah mengalami cedera mata atau menjalani operasi mata.
  • Pernah terdiagnosis mengalami tekanan mata tinggi atau hipertensi okular.

Selain penyebabnya, Anda juga harus tau apa saja gejala dan tanda-tanda glaukoma menyerang Anda.

Jika seseorang menderita glaukoma ia akan merasakan beberapa keluhan yang bervariasi dan berbeda-beda, tergantung dari jenis glaukoma yang menyerang.

Secara umum, gejala glaukoma menurut jenisnya meliputi:

⇒ Glaukoma kronik ( sudut terbuka primer ). Memiliki gejala seperti penglihatan yang menyempit di tepian yang terjadi secara bertahap pada kedua mata.

⇒ Glaukoma akut ( sudut terutup ). Memiliki gejala seperti perasaan sakit atau nyeri pada bola mata, penurunan tajam penglihatan yang mendadak, serta mata berair dan merah.

Dua jenis glaukoma lainnya adalah glaukoma sekunder dan kongenital.

Pada kasus glaukoma sekunder gejala glaukoma akan disertai dengan kondisi yang mendasari, seperti glaukoma yang disebabkan oleh uveitis.

Disamping penglihatan menjadi buram atau seperti melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu, Anda juga akan merasakan nyeri pada mata dan kepala.

Sedangkan pada kasus glaukoma kongenital atau bawaan, gejala yang bisa muncul pada anak-anak ialah berupa:

  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Mata tampak berair dan berkabut.
  • Mata terlihat juling.
  • Mata terlihat membesar (akibat tekanan yang terjadi di dalam mata).

Pengobatan Penyakit Glaukoma

Kerusakan mata yang diakibatkan glaukoma memang tidak dapat diobati secara total. Namun tujuan pengobatan ini dilakukan untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan mata.

Pada umumnya, glaukoma dapat ditangani dengan obat tetes mata, terapi laser, prosedur operasi, atau obat-obatan yang diminum, seperti carbonic anhydrase inhibitor. Namun Anda mesti tau, efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi obat ini adalah:

  • Batu ginjal
  • Depresi
  • Jari tangan atau kaki kesemutan
  • Sakit perut
  • Sering buang air kecil

Rekomendasi Pengobatan Lainnya :

Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda mengenai penyakit glaukoma. Sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya…

Posted by : Penyebab, Gejala dan Pengobatan Penyakit Glaukoma on obat tradisional kanker usus

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *